Now Reading
Mitos Salah Aplikasi Android
0

Mitos Salah Aplikasi Android

by PutraJuni 19, 2017

Mitos Salah Aplikasi Android – Dengan banyaknya pengguna smartphone berbasis Android, makin banyak pula berbagai kabar yang beredar mengenai aplikasi-aplikasi Android. Biasanya kabar tersebut tersebar dari mulut ke mulut. Dan seperti kabar lain yang tersebar dengan cara serupa, makin lama kebenaran dari kabar tersebut semakin tidak pasti sehingga kemudian menjadi mitos yang tidak jelas. Padahal terdapat beberapa mitos yang sebenarnya salah, namun beberapa pengguna perangkat Android sudah telanjur percaya. Karena itulah Anda harus mengerti kebenaran dari kabar tersebut yang sudah kita rangkum disini. Dengan demikian Anda tidak perlu lagi mempercayai mitos seputar aplikasi Android yang sesungguhnya salah kaprah.

Kebenaran dari mitos salah aplikasi Android

mitos-salah-aplikasi-android

  1. Mitos pembuatan aplikasi yang mudah

Dengan banyaknya aplikasi baru bertebaran di Google Play, maka terdapat mitos seputar pembuatan aplikasi tersebut. Masih banyak yang mengira bahwa proses pembuatan aplikasi Android itu sangat mudah sehingga banyak sekali aplikasi baru bermunculan di Google Store. Namun hal ini sama sekali tidak benar karena memerlukan pengetahuan khusus tentang coding dan berbagai hal teknis lainnya untuk membuat aplikasi Android. Tentunya tidak semua orang memiliki pengetahuan tersebut sehingga mematahkan mitos yang beranggapan bahwa cukup mudah membuat sebuah aplikasi Android. Jika memang prosesnya mudah, maka Anda tidak perlu mendownload dari Play Store and tinggal membuat aplikasi tersebut sendiri. Memang cukup mudah untuk membuat aplikasi launcher apalagi dengan menggunakan generator aplikasi, namun untuk membuat aplikasi dengan basis Java tentu sangatlah sukar.

  1. Mitos aplikasi banyak mengandung malware

Memang ada beberapa aplikasi yang mengandung malware, namun aplikasi tersebut adalah aplikasi yang Anda download tidak melalui Google Play. Jika Anda mendownload aplikasi dengan cara yang resmi maka tidak aka nada malware di dalamnya karena Google sudah melakukan inspeksi terhadap aplikasi tersebut sebelum memasukkannya ke dalam Play Store. Karena itulah lebih baik mendownload aplikasi pada Google Store yang resmi dan terpercaya untuk menghindari malware tersebut.

  1. Mitos aplikasi terlalu banyak iklan

Dahulu memang Google kurang ketat saat menginspeksi aplikasi yang akan dimasukkan ke Play Store. Namun saat ini Google sudah memiliki standard baru untuk aplikasi yang didaftarkan pada mereka. Salah satu standard tersebut adalah dengan adanya pembatasan jumlah iklan yang ditampilkan oleh aplikasi. Dengan demikian jika aplikasi tersebut mengandung terlalu banyak iklan maka bisa dipastikan tidak akan lolos untuk masuk ke Google Play. Dengan peraturan baru ini Anda bisa merasa nyaman menggunakan aplikasi karena iklan yang ada sudah dibatasi. Jika memang ingin menghilangkan iklan bisa juga menggunakan aplikasi lain seperti AdGuard atau AdClear.

  1. Mitos aplikasi tertinggal dari iPhone

Banyak yang mengira bahwa aplikasi tersebut selalu tersedia lebih dulu di iPhone dibandingkan Android. Padahal ini tidak benar karena ada beberapa aplikasi yang terlebih dahulu terdapat di Android. Bahkan untuk update biasanya Android akan mendapatkannya lebih dahulu karena inspeksi oleh Google lebih cepat prosesnya dibandingkan Apple.

  1. Mitos aplikasi menggunakan banyak RAM

Sebenarnya yang menggunakan banyak RAM itu adalah UI yang digunakan perangkat dan bukan aplikasi itu sendiri. Untuk mengatasi hal ini bisa dicoba menggunakan custom ROM yang lebih ringan kerjanya.

Demikianlah mitos-mitos seputaran aplikasi Android yang sebenarnya sebagian besar tidak benar. Pelajari tentang aplikasi Android terlebih dahulu agar tidak mudah percaya pada mitos tersebut (baca juga: Cara Mengamankan Percakapan Facebook Messenger).

What's your reaction?
Love It
0%
Interested
0%
Meh...
0%
What?
0%
Hate It
0%
Sad
0%
About The Author
Putra

Leave a Response